Aku

Aku tak pernah memelukmu erat, Kita hanya pernah dekat dan kemudian tersekat, namun mengapa kini rasanya pekat. Aku datang padamu sebagai perayu yang tak tahu malu, namun berakhir sebagai perindu yang dirundung pilu.

.

.

.

Pada akhirnya aku memang ingin dimiliki mu dan percayalah sebagian diriku tinggal bersama jejak singkat yang kita cipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: